Judul : Dunia
Trisa
Sub Judul : Pergilah Kemana Mimpi
Membawamu
Penulis : Eva Sri
Rahayu
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Stiletto Book
Halaman : 295
Sinopsis:
Trisa, seorang
wanita enerjik berumur 25 tahun, sangat terobsesi menjadi akrtis terkenal.
Sayangnya, dunia entertainment yang penuh persaingan, seperti tidak memberinya
kesempatan. Hal itu hampir membuatnya frustrasi.
Status DO dari tempat kuliahnya sudah disandang sejak dia sibuk casting dimana-mana. Hubungan rumitnya dengan tiga laki-laki semakin membuat hidupnya kalang kabut. Bian, seorang vokalis band terkenal yang menganggap Trisa sebagai cewek gampangan. Desta, sahabat setia sekaligus orang yang mencintainya dengan tulus, didepaknya hanya karena Desta bukan selebriti. Dan terakhir, Adam, manajernya sendiri. Hampir saja Trisa memilih Adam, seandainya saja dia bukan pria yang dicintai Errie, seorang sutradara yang akhirnya bisa mengangkat karirnya.
Status DO dari tempat kuliahnya sudah disandang sejak dia sibuk casting dimana-mana. Hubungan rumitnya dengan tiga laki-laki semakin membuat hidupnya kalang kabut. Bian, seorang vokalis band terkenal yang menganggap Trisa sebagai cewek gampangan. Desta, sahabat setia sekaligus orang yang mencintainya dengan tulus, didepaknya hanya karena Desta bukan selebriti. Dan terakhir, Adam, manajernya sendiri. Hampir saja Trisa memilih Adam, seandainya saja dia bukan pria yang dicintai Errie, seorang sutradara yang akhirnya bisa mengangkat karirnya.
Di tengah
masalah yang menimpanya, dia juga harus kehilangan sahabat terbaiknya.
Mampukah Trisa bertahan? Apakah Trisa bisa meraih semua mimpinya? Dan, siapakah sebenarnya pria yang mampu merebut hatinya?
Mampukah Trisa bertahan? Apakah Trisa bisa meraih semua mimpinya? Dan, siapakah sebenarnya pria yang mampu merebut hatinya?
~ <<<>>> ~
Oke. Saat ini kamu menang, Raisya! Tapi,
lihat aja nanti, siapa yang bisa tertawa. Aku tidak akan pernah mengizinkan seseorang
yang berbuat licik dan curang mengatakan dirinya adalah seorang artis hebat! Hanya
pengecut yang berbuat culas!
Saat ini, mungkin aku tidak bisa memberimu
pelajaran, satu-satunya cara adalah, aku harus menjadi besar untuk membalasnya,
membuktikan bahwa caranya adalah salah. (hal 84)
